AAUI: OJK Perlu Segera Permudah Perizinan Produk Asuransi

wpid-b9356c5c6ff4483a9612ef7b79a20f05

11 Aug AAUI: OJK Perlu Segera Permudah Perizinan Produk Asuransi

Otoritas Jasa Keuangan diharapkan segera merealisasikan langkah penyesuaian perizinan produk asuransi agar penyedia jasa dapat mewujudkan inovasi di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Direktur Ekesekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Julian Noor mengatakan hal tersebut menjadi salah satu usulan pelaku usaha kepada OJK di tengah lesunya kondisi ekonomi makro. Karena itu, usulan tersebut perlu segera diwujudkan agar mampu menyajikan berbagai produk baru di paruh kedua tahun ini.

“Di tengah perlambatan ini industri butuh relaksasi, termasuk soal perizinan produk. Kami berharap implementasi secepatnya didorong OJK, agar perusahaan-perusahaan asuransi memprecepat inovaasi,” ungkapnya kepada Bisnis.com, Senin (9/8/2015).

Relaksasi perizinan tersebut, ungkap Julian, akan memberikan kemudahan bagi pemasaran produk baru. Dengan perizinan yang simpel dan cepat, jelasnya, perusahaan asuransi apat memacu inovasi produknya.

Julian menjelaskan asosisai mengusulkan agar sejumlah produk asuransi dapat langsung dipasarkan tanpa memerlukan izin dari OJK. Perusahaan hanya perlu memberikan laporan kepada otoritas.

Relaksasi perizinan tersebut, tegas Julian, hanya dapat diberikan kepada produk asuransi standar, yakni produk yang polisnya sudah distandarisasi asosiasi dan juga sudah dibatasi oleh sejumlah regulasi pemerintah.

Produk asuransi kendaraan bermotor, sebutnya, menjadi contohnya sebab produk dan harga telah distandarisasi asoisiasi dan oleh sejumlah aturan pemerintah. Sedangkan, lanjut Julian, produk-produk yang dikembangkan perusahaan tertentu dengan sejumlah pengembangan khusus tetap memerlukan perizinan dari OJK.

“Yang standar cukup melaporkan saja. Tetapi, yang dikembangkan sendiri, artinya produk standar yang ditambahkan sesuatu atau bahkan dibuat sendiri perusahaan, harus melapor ke otoritas untuk melindungi perusahaan dan konsumen.”

Masih Disusun

Terpisah, Kepala Eksekutif Pengawas Indsutri Keuangan Non Bank, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Firdaus Djaelani megatakan pihaknya masih menyusun poin kebijakan yang memberikan relaksasi terhadap perizinan produk asuransi tersebut.

Menurutnya, aturan tersebut nantinya mengizinkan sebagian besar produk asuransi agar langsung dipasarkan. Perusahaan penyedia jasa, sebutnya, cukup melaporkan produk tersebut secara on-line kepada otoritas, tanpa perlu mengurus perizinan.

“Yang simpel-simpel, seperti asuransi kecelakaan, kesehataan, mikro, nantinya tinggal lapor dan boleh langsung jualan. Lapor cukup on-line saja,” ungkapnya.

Kendati begitu, Firdaus menuturkan produk-produk asuransi yang dikategorikan kompleks harus tetap diurus perizinannya. Dengan begitu, sambungnya, regulasi tersebut akan memebrikan kemudahan bagi perusahaan untuk berekspansi. Di sisi lain, jelasnya, aturan tersebut juga memudahkan kerja otoritas.

“Kalau cukup complicated, perhitungan njlimet, sehingga kemungkinan akan merugikan nasabah.”

Sumber: bisnis.com

Komentar Anda