Apakah Asuransi Kredit? Berikut Penjelasannya

images (1)

02 Mar Apakah Asuransi Kredit? Berikut Penjelasannya

Lembaga keuangan tentu bukan hanya bank, namun ada lembaga keuangan bukan bank, salah satunya lembaga keuangan asuransi. Tidak sedikit dari perusahaan-perusahaan yang menggunakan jasa lembaga keuangan asuransi untuk perusahaannya. Hal ini agar perusahaan tidak menanggung resiko yang besar apabila suatu saat nanti terjadi hal yang tidak terduga. Namun, asuransi tidak hanya sebatas itu. Namun juga ada asuransi kredit.

Asuransi yang dikaitkan dengan dunia perbankan lebih dititikberatkan pada asuransi jaminan kredit yang merupakan bidang asuransi kerugian (general insurance) yang meliputi :

  • Asuransi kebakaran (fire insurance)
  • Asuransi pengangkutan laut (marine hull)
  • Asuransi kendaraan bermotor (motor vehicle insurance)

Asuransi kredit adalah proteksi yang diberikan oleh pihak asuransi kepada bank umum/ lembaga pembiayaan keuangan atas resiko kegagalan debitur dalam melunasi fasilitas kredit atau pinjaman tunai (cash loan) seperti kredit modal kerja, kredit perdagangan dan lain-lain yang diberikan oleh bank umum/ lembaga pembiayaan keuangan.

Asuransi kredit berkaitan erat dengan jasa perbankan terutama di bidang perkreditan yang selalu dikaitkan dengan jaminan kredit berupa barang-barang bergerak dan barang-barang tidak bergerak yang suatu saat dapat tertimpa resiko yang dapat menyebabkan kerugian kepada pemilik barang dan bank sebagai pemberi kredit.

Kredit adalah pinjaman uang yang akan diberikan oleh pemberi kredit (bank/ lembaga keuangan) kepada nasabahnya.

Asuransi kredit bertujuan :

  • Melindungi pemberi kredit dari kemungkinan tidak diprolehnya kembali kredit yang diberikan kepada nasabahnya.
  • Membantu kegiatan, pengarahan, dan keamanan perkreditan baik kredit perbankan maupun kredit lainnya di luar perbankan.

Pengelolaan asuransi kredit di Indonesia dipercayakan oleh pemerintah kepada PT Asuransi Kredit Indonesia berpusat di Jakarta, yang menjadi tertanggung adalah bank-bank pemerintah, bank-bank swasta, dan lembaga keuangan lainnya.

Pada asuransi kredit yang menjadi tertanggung adalah bank umum/ lembaga pembiayaan keuangan yang mengajukan permintaan asuransi kredit bukan debitur yang meminjam dana dari bank umum/ lemaga pembiayaan keuangan tersebut. Dengan demikian asuransi kredit merupakan bi-party agreement dimana hanya ada 2 pihak yang terlibat yaitu perusahaan asuransi sebagai penanggung dan bank umum/ lembaga pembiayaan sebagai tertanggung.

Objek pertanggungan pada asuransi kredit adalah resiko timbulnya kerugian yang dialami oleh bank umum/ lembaga pembiayaan keuangan karena adanya kredit macet dari debitur.

Asuransi yang dapat melakukan penjaminan adalah asuransi yang memiliki izin untuk melakukan penjaminan asuransi kredit dari Departemen Keuangan.

Komentar Anda