Bentuk-bentuk Polis Asuransi Pengiriman Uang

cvit_thief

13 Aug Bentuk-bentuk Polis Asuransi Pengiriman Uang

Didalam polis Asuransi Pengiriman Uang (Cashin Transit Insurance), terdapat dua bentuk polis yang umum berlaku, yaitu :

 

Polis Tetap (FixedPolicy)

Polis Deklarasi (DeclarationPolicy)

 

 

POLIS TETAP (FIXED POLICY)

 

Polis Tetap atau FixedPolicy adalah suatu bentuk polis dimana baik itu Nama Tertang-gung, Route pengiriman / pengambilan, Objek Pertanggungan, Nilai Maximum sekali angkut / bawa, Volume pengiriman / pengambilan Uang, Periode pertanggungan, Suku Premi, Perhitungan Premi dll. adalah tetap dan tidak dapat berubah-ubah.

 

Apabila terjadi perubahan, maka haruslah dibuatkan suatuEndorsement atau Amendment untuk perubahan tersebut.

Contoh :

 

Atas penutupan CIT dari PT. X Jl. SisimangarajaNo. 17, Medan ke BCA, Jl Bukit Barisan, Medan dengan : Nilai Maximum Sekali angkut = Rp. 200.000.000,–

Volume pengiriman dalam satu bulan = 4 kali.

Periode Pertanggungan : 20.04.2002 – 20.04.2003 Suku premi : 0.05%

AnnualCarrying = 12 X 4 X Rp. 200.000.000,– = Rp. 9.600.000.000,–

Premi = Rp. 9.600.000.000,– x 0.05% = Rp. 4.800.000,–

 

 

POLIS DEKLARASI (DECLARATION POLICY)

 

Polis Deklarasi atau DeclarationPolicy adalah suatu bentuk Polis dimana Tertanggung wajib melaporkan / declare jumlah transaksi pengiriman uang yang telah dilakukan dalam bulan tertentu untuk setiap bulannya setelah berakhir bulan tertentu tersebut.

 

Pada awal penutupan akan diperhitungan MINIMUM DEPOSIT, yang umumnya berkisar antara 75% – 85% dari Premie tahunan.

 

Dengan adanya ketentuan “MINIMUM DEPOSIT” ini, maka pada akhir periode akan diperhitungkan Premi sebenarnya, dengan rumusan :

 

Jumlah uang yang dibawa X Suku Premi

 

Apabila Premi Sebenarnya lebih besar daripada Minimum Deposit, maka Tertang-gung akan dibebankan tambahan premi (Additional Premi)

Apabila Premi Sebenarnya lebih kecil daripada Minimum Deposit, maka tidak ada pengembalian premi, karena premie yang dibebankan diawal penutupan adalah “MINIMUM”.

 

Contoh :

 

 

Atas penutupan CIT dari PT. X Jl. SisimangarajaNo. 17, Medan ke BCA, Jl Bukit Barisan, Medan dengan : Nilai Maximum Sekali angkut = Rp. 200.000.000,–

Volume pengiriman dalam satu bulan = 4 kali.

Periode Pertanggungan : 20.02.2002 – 20.02.2003

Suku premi : 0.05%

Penutupan secara Deklarasi

Minimum Premi = 80% x ( 12 X 4 X Rp. 200.000.000,– x 0.5%) = Rp. 3.840.000,–

 

 

Dari data laporan Deklarasi yang diterima :

Periode : 20.02.2001 s/d 20.03.2001 transaksi pengangkutan sbb.:

 

20.02.2001 ………..Rp. 75.000.000,–

23.02.2001 ………..Rp. 95.000.000,–

27.02.2001 ………..Rp. 125.000.000,–

05.02.2001 ………..Rp. 200.000.000,–

08.02.2001 ………..Rp. 80.000.000,–

12.02.2001 ………..Rp. 65.000.000,–

15.02.2001 ………..Rp. 110.000.000,–

18.02.2001 ………..Rp. 90.000.000,–

 

Total Rp. 840.000.000,–

 

20.02.2001 – 20.03.2001 = Rp. 840.000.000,–

20.03.2001 – 20.04.2001 = Rp. 960.000.000,–

20.04.2001 – 20.05.2001 = Rp. 855.000.000,–

20.05.2001 – 20.06.2001 = Rp. 920.000.000,–

20.06.2001 – 20.07.2001 = Rp. 680.000.000,–

20.07.2001 – 20.08.2001 = Rp. 735.000.000,–

20.08.2001 – 20.09.2001 = Rp. 815.000.000,–

20.09.2001 – 20.10.2001 = Rp. 785.000.000,–

20.10.2001 – 20.11.2001 = Rp. 775.000.000,–

20.11.2001 – 20.12.2001 = Rp. 965.000.000,–

20.12.2001 – 20.01.2002 = Rp. 830.000.000,–

20.01.2002 – 20.02.2002 = Rp. 885.000.000,–

Total = Rp. 10.045.000.000,–

 

 

Premi Sebenarnya = Rp. 10.045.000.000,– x 0.05% = Rp. 5.022.500,-

Minimum Premi = Rp. 3.840.000,–

Maka Tertanggung dikenakan Tambahan Premi sebesar : Rp. 1.182.500,-

 

Komentar Anda