BPJS Ketenagakerjaan : 60% Perusahaan Belum Jadi Peserta

bpjs ketenagakerjaan

23 Jun BPJS Ketenagakerjaan : 60% Perusahaan Belum Jadi Peserta

Denpasar – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menyatakan masih kurang lebih 60% perusahaan yang belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan di Bali.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Bali Denpasar, Tony Widijo.K mengatakan bahwa 1 Juli 2015 mendatang saat BPJS Ketenagakerjaan beroperasi penuh pada program jaminan pensiun yang diperuntukan bagi perusahaan dengan kategori besar dan menengah itu wajib secara otomatis. Bila tahun ini belum bergabung akan disebut sebagai perusahaan daftar sementara (PDS).

“Perusahaan daftar sementara ini merupakan yang belum komplit. Dengan empat program BPJS Ketenagakerjaan yaitu kecelakaan kerja, hari tua, kematian, dan pensiun. Pensiun ini yang nanti belum bisa didapatkan,” tuturnya saat ditemui di Denpasar.

Dia menambahkan ada juga perusahaan yang belum mendaftarkan seluruh karyawannya dan pihaknya akan mengumpulkan para perusahaan tersebut untuk memberikan edukasi agar seluruh karyawannya didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami juga melakukan kerjasama dengan pemerintah daerah setempat dan asosiasi-asosiasi di Bali untuk terus mensosialisasikan mengenai BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.

Menurutnya, sejauh ini masyarakat masih mengetahui BPJS Kesehatan saja sehingga tidak ikut bergabung dengan BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, perusahaan yang sebelumnya sudah bergabung dengan Jamsostek kemudian bergabung dengan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan diabaikan.

“Ini menjadi perhatian kami bagi perusahaan-perusahaan bahwa sesuai dengan UU No.24 Tahun 2011 ada dua BPJS, yakni BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Hal tersebut yang terus kami jelaskan dan pelaku ekonomi wajib menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” imbuhnya.

 

Sumber : bisnis.com

Komentar Anda