Industri Asuransi Umum Belum Revisi Target

general insurance

04 Jun Industri Asuransi Umum Belum Revisi Target

Beberapa perusahaan asuransi umum belum merevisi target pertumbuhan tahun ini, meski perlambatan kinerja masih terjadi.

Misalnya, PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) mencatat penurunan premi bruto 2,5% menjadi Rp433 miliar pada periode yang sama.

Adapun, premi asuransi kendaraan bermotor turun 9% menjadi Rp271 miliar, sedangkan asuransi non kendaraan bermotor justru merangkak naik 11% menjadi Rp162 miliar.

“Sampai saat ini kami belum berencana untuk merevisi target pertumbuhan tahun ini. Semua masih on track yakni pertumbuhan laba 10% dan total premi bruto menjadi Rp2,5 triliun pada 2015,” kata Presiden Direktur Adira Insurance, Indra Baruna.

Hal tersebut tidak terlepas dari melambatnya pernjualan kendaraan bermotor pada kuartal I/2015. Per semester I/2015, Adira Insurance optimis mampu meraup pendapatan premi bruto hingga Rp1,013 triliun melalui peningkatan kontribusi premi non kendaraan bermotor.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Presiden Direktur PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI), Agus Benjamin bahwa kinerja kuartal I/2015 belum bisa mencerminkan kinerja keseluruhan perusahaan.

LPGI mematok premi bruto senilai Rp 1,16 triliun atau tumbuh 15,4% dibandingkan tahun lalu.  Tetapi dirinya enggan menetapkan target laba bersih ambisius pada tahun ini seiring dengan melambatnya perekonomian Indonesia.

Hingga kuartal I/2015, tiga penyumbang premi terbesar masih dipegang oleh asuransi kesehatan sekitar 50%-60%, kebakaran 20%-25%, dan sisanya ditempati oleh kendaraan bermotor.

Perusahaan lainnya, PT Asuransi Wahana Tata (Aswata) yang membukukan penurunan kinerja premi bruto sebesar 5% pada Januari hingga Maret tahun ini.

Lesunya kinerja perseroan diakibatkan oleh rendahnya harga komoditas, menurunnya kinerja otomotif, dan belum banyaknya realisasi investasi baru.

 

Sumber : bisnis.com

Komentar Anda