Jaminan Pensiun : Besaran Iuran 1,5%-3% Dinilai Tidak Layak

pension

15 Jun Jaminan Pensiun : Besaran Iuran 1,5%-3% Dinilai Tidak Layak

Jakarta – Komis IX DPR menilai iuran untuk program jaminan pensiun sebesar 1,5% atau 3% seperti yang diusulkan oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia dan Kementerian Keuangan tidak akan mampu memenuhi kesejahteraan pekerja saat memasuki usia pensiun.

“Kalau iuran 3% atau bahkan 1,5% sangat jauh untuk memenuhi hidup layak bagi buruh yang pensiun nanti,” kata anggota Komisi IX DPR, Amelia Anggraini.

Menurutnya, iuran pensiun sebesar 8% sudah rasional. Iuran awal 8% sudah dapat memenuhi amanat pasal 39 UU No. 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), yakni pekerja yang pensiun dapat memenuhi kebutuhan hidup layak.

Dengan iuran 1,5% atau 3% akan sulit bagi pekerja saat pensiun untuk memenuhi hidup layak bersama keluarganya. UU SJSN mengamanatkan program pensiun harus bisa memenuhi kebutuhan layak buruh yang pensiun beserta keluarganya.

“ILO saja sudah memberikan standar bahwa pekerja yang pensiun paling rendah menerima 40% dari rerata upah terakhir. Kalau 1,5% atau 3% yang diusulkan Apindo, maka akan sulit mencapai minimal 40%,” ujarnya.

 

Sumber : bisnis.com

Komentar Anda