OJK Malang Tunggu Protap Asuransi Korban AirAsia

Sejumlah warga dan kerabat  memasukkan peti jenazah Hayati Lutfiah Hamid salah seorang korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ 8501 kedalam liang lahat saat pemakaman di TPU Sawotratap, Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur

16 Jan OJK Malang Tunggu Protap Asuransi Korban AirAsia

Kantor OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Malang masih menunggu prosedur tetap (protap) yang ditetapkan Gubernur Jatim untuk memfasilitasi pembayaran klaim asuransi dan deposito serta asuransi lainnya kepada para ahli wairs masing-masing dari korban musibah AirAsia.

Kepala kantor OJK Malang, Indra Krisna mengatakan bahwa kantor OJK Jatim telah ditunjuk Gubernur Jatim menjadi koordinasi untuk memfasilitasi pembayaran klaim asuransi maupun pencairan deposito dan tabungan korban musibah AirAsia kepada ahli waris.

“Anggotanya ada dari pihak kepolisian, kejaksaan, dan pemda,” ujar Indra Krisna.

Demi kelancaran tugas fasilitasi tersebut, OJK Jatim sedang menyusun protap dan telah pada tahap finalisasi sehingga segera diserahkan ke Gubernur untuk ditetapkan.

Diperkirakan pekan depan protap tersebut selesai dan OJK dapat langsung segera bergerak.

Protap tersebut mengatur masalah pencairan klaim yang yang tidak diatur perusahaan asuransi dan bank. Contohnya jika bukti tabungan maupun deposito dari korban tidak ada, maka ahli waris dapat memperoleh keterangan dari Polisi bahwa bukti itu hilang.

Contoh lainnya, apabila ahli waris langsung dari korban tidak ada, maka diatur apakah cukup dengan kesepakatan keluarga terdekat dan ditetapkan oleh notaris ataukah harus penetapan dari kepala daerah.

“Tetapi jika masing-masing tidak menerima dengan penetapan itu, maka kasus dilimpahkan ke pengadilan dan keputusan pengadilan pertama tersebut bersifat mengikat karena telah berkekuatan hukum tetap,” ujarnya.

AirAsia juga menegaskan bahwa pihak asuransi sudah siap untuk membayar klaim, namun realisasinya menunggu momentum yang tepat karena saat ini masih dalam suasana berduka.

Bila protap telah terbit, maka OJK akan mengirim surat ke ahli waris terkait dengan pembayaran klaim dan penanganan penarikan deposito atau tabungan serta asuransi lainnya dari korban.

Namun jika ada kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi korban, ahli waris juga mesti bertanggung jawab. Intinya ahli waris korban jangan sampai dirugikan namun perbankan juga jangan dirugikan.

Dari jawaban surat, dapat diketahui apakah di rumah korban tersebut ada atau tidak ahli waris langsung. Jika tidak ada jawaban dari ahli waris atas surat tersebut maka patut diduga bahwa ahli waris langsung dari korban tidak ada.

Jika kasus seperti itu terjadi, maka OJK bersama dengan instansi lain akan melakukan aksi berikutnya dengan menelusuri keluarga besar korban.

 

Sumber : bisnis.com

Komentar Anda