Polemik SE 06 : OJK Janjikan ada Perubahan Batas Tarif Premi

130702_firdaus-djaelani-(4)

21 Jan Polemik SE 06 : OJK Janjikan ada Perubahan Batas Tarif Premi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjanjikan adanya perubahan batas bawah premi asuransi properti dan kendaraan bermotor yang sebelumnya diatur dalam Surat Edaran OJK.

Firdaus Djaelani, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (OJK) memaparkan dalam rancangan peraturan OJK tentang pemeliharaan dan pelaporan data risiko asuransi serta penetapan tarif premi untuk lini usaha asuransi harta benda, dan asuransi kendaraan bermotor, memang tidak disebutkan besaran batas tarif.

“POJK itu sebagai payung hukum dari SE 06, mengenai perubahan angkanya nanti akan kami tuangkan dalam surat edaran juga,” ujarnya.

Sebelumnya, peraturan tarif premi itu baru tercantum dalam surat edaran SE OJK, No. SE.06/D.05/2013 tentang penetapan tarif premi serta ketentuan biaya akuisisi pada lini usaha asuransi kendaraan bermotor dan harta benda serta juga jenis risiko khusus meliputi banjir, gempa bumi, letusan gunung berapi dan tsunami.

Dan setelah diliputi banyak polemik yang berkepanjangan, OJK akan mempertegas pengaturan tarif premi asuransi kendaraan bermotor dan properti dalam bentuk peraturan OJK. Lalu setelah POJK tersebut dirilis, OJK akan merevisi kembali konten SE 06 .

Terkait pengaturan tarif, OJK menilai bahwa dengan membuatkan formula pengaturan tarif adalah cara terbaik bila dibandingkan dengan menentukan batasan tarif itu sendiri. Hanya saja tidak validnya data statistik menjadi kendala.

Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK, Dumoly F Pardede mengatakan bahwa belum validnya data statistik dari perusahaan asuransi di Indonesia membuat OJK kesulitan jika harus menentukan formula penghitungan tarif.

“Kalau data statistik teman-teman di industri asuransi itu sudah seperti best international, rapi, kredibel dan valid, serta diakui semua pihak, saya kira itu yang terbaik,” ujarnya belum lama ini.

Namun, menurut Dumoly, kenyataannya tidak demikian. Itu sebabnya OJK harus menentukan hingga ke besaran tarifnya, bukan hanya formulanya.

Terkait pengaturan tarif, OJK menyebutkan akan mencari angka yang tepat. “Kami usahakan ada kompetisi lah,” ujar Dumoly.

 

Sumber : bisnis.com

Komentar Anda