Tak Hanya RI, 16 Negara Ini Lindungi Petaninya dengan Asuransi

stockvault-farmer-at-work104485

19 Aug Tak Hanya RI, 16 Negara Ini Lindungi Petaninya dengan Asuransi

Para petani di Indonesia kini dicover asuransi bila mengalami kerugian akibat gagal panen, berdasarkan Permentan Nomor 40 Tahun 2015 tentang fasilitas asuransi pertanian. Sebenarnya asuransi pertanian ini bukan barang baru, karena sudah diterapkan di 16 negara lain.

“Beberapa negara maju seperti Eropa dan Jepang. Petani sudah mulai mengerti bahwa asuransi tidak hanya untuk dapat ganti rugi, tapi mempertahankan kelanjutan usahanya,” Sahata L. Tobing, Direktur Operasional Ritel PT Jasindo, ketika ditemui detikFinance dalam Focus Group Discussion (FGD) Asuransi Pertanian di Gedung D Kementerian Pertanian, Selasa (11/8/2015).

Menurut Sahata, dengan adanya asuransi pertanian, petani tidak lagi perlu instrumen dari perbankan dengan bunga pinjaman sangat tinggi.

Sahata mengungkapkan, butuh waktu lama menumbuhkan kesadaran petani akan resiko bertani. “Di Perancis prosesnya 200 tahun menumbuhkan kesadaran resiko. Di sana petaninya kelas atas yang bahkan menjadi anggota DPR dan pengambil kebijakan,” jelasnya.

Ada 16 negara yang sudah menerapkan asuransi pertanian yaitu Australia, Bangladesh, China, India, Jepang, Malaysia, Mongolia, Nepal, Selandia Baru, Korea Utara, Pakistan, Filipina, Korea Selatan, Sri Lanka, Thailand, dan Vietnam.

Bangladesh mewajibkan petani di negaranya untuk ikut asuransi meski tanpa subsidi pemerintah. Jepang juga mewajibkan petani padi dan gandum mengikuti asuransi dengan subsidi premi dari pemerintah mencapai 50%.

Beberapa negara di ASEAN sudah menerapkan lebih dulu seperti Malaysia, Vietnam, Filipina dan Thailand. Di Thailand dan Malaysia tidak ada subsidi dan tidak mewajibkan ikut serta dalam asuransi. Vietnam petaninya sukarela mengikuti asuransi dengan bantuan subsidi mencapai 50%, sedangkan di Filipina subsidinya mencapai 48-63%.

“Regulasi OJK mengatur asuransi tidak boleh rugi, tapi harus sehat. Pilot project asuransi pertanian sejak 2012-2015 di Jombang, Nganjuk, Gresik, Lumajang, Kediri itu rugi. Kalo dikasihkan ke asuransi swasta nggak ada yang mau. Kita sudah jalankan asuransi ternak, padi, dan perkebunan,” papar Sahata.

 

Sumber : detik.com

Komentar Anda