Tarif Premi Asuransi Penerbangan Diprediksi Tidak Naik

basarnas-evakuasi-jenazah

12 Jan Tarif Premi Asuransi Penerbangan Diprediksi Tidak Naik

Peristiwa kecelakaan pesawat Air Asia QZ-8501 serta beberapa kecelakaan pesawat sebelumnya pada tahun 2014 lantas diperkirakan tidak membuat tarif premi asuransi penerbangan mengalami kenaikan pada tahun 2015 ini.

Presiden Direktur Jardine Llyod Thompson, Arman Juffry mengatakan klaim pada tahun ini untuk asuransi pesawat tergolong kecil. “Bagi Indonesia, 2014 itu the best claim ever,” ujarnya.

Menurut Arman pada tahun 2015 tidak akan terjadi kenaikan tarif premi, terkecuali bagi beberapa perusahaan tertentu yang mengalami kecelakaan, seperti Air Asia atau Malaysia Airlines. Secara umum premi asuransi penerbangan pada tahun 2015 akan sama saja dengan tahun sebelumnya.

Dia memprediksi besaran premi asuransi penerbangan untuk pesawat-pesawat kecil akan mengalami penurunan sebesar 10%.

“Belum lama ini saya tutup satu polis asuransi General Aviation dan preminya turun 12,5%. Tapi itu memang untuk pesawat kecil,” ungkapnya.

Secara global, Arman mengatakan bahwa bisnis asuransi penerbangan masih menguntungkan dan menjajikan. Hal disebabkan karena klaim rasio yang masih rendah.

”Bukan hanya saya yang bilang, tetapi underwriter seluruh dunia mengatakan bahwa bisnis asuransi penerbangan masih sangat menguntungkan,” imbuhnya.

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia, sepanjang Januari hingga September 2014 kemarin, perolehan premi lini asuransi pesawat udara mengalami kenaikan sebesar 61,7% year on year. Total premi yang terkumpul indutri asuransi senilai Rp26,95 miliar.

Sedangkan klaim yang dibayarkan industri asuransi lini pesawat udara mengalami penurunan 22,2% atau senilai Rp7,3 miliar pada kuartal III tahun lalu.

 

Sumber : bisnis.com

Komentar Anda