Yualita Widyadhari S.H. Komisaris PT Rama Mitra Jasa Terpilih Menjadi Ketua PP Ikatan Notaris Indonesia (INI)

611453096412

30 May Yualita Widyadhari S.H. Komisaris PT Rama Mitra Jasa Terpilih Menjadi Ketua PP Ikatan Notaris Indonesia (INI)

Komisaris Utama PT Rama Mitra Jasa Insurance Brokers dan Notaris Jakarta Pusat Yualita Widyadhari S.H. terpilih sebagai Ketua Umum INI periode 2016-2019 menggantikan Ketua Umum INI periode sebelumnya Adrian Djuaini. Digelar pada 19-21 Mei 2016 di Palembang, Sumatera Selatan, sebanyak 2.480 notaris antusias mengikuti pesta demokrasi tiga tahunan sekali tersebut. Mengantongi suara sebanyak 765 suara, berhasil mengantar mantan Sekretaris Umum Pengurus Pusat (PP) INI periode 2013-2016 itu menuju ke kursi INI satu.

Lita -sapaan akrab Yualita Widyadhari- memastikan bahwa INI sebagai wadah satu-satunya profesi notaris akan mengoptimalkan peran dan fungsinya dalam melindungi dan melayani setiap anggota. Sebagaimana diketahui, pada Juli 2016 nanti, INI genap berusia 108 tahun. Sehingga, sebagai organisasi yang punya usia matang, Lita –sapaan akrabnya- akan membawa organisasi menuju pada tujuan utama, yakni kebanggan dan kejayaan profesi.

“Saya mempunyai motivasi ingin mengoptimalkan peran dan fungsi perkumpulan untuk lebih melindungi dan melayani semua anggotanya. Kita lihat anggota INI sudah lebih dari 15.000,” ujarnya saat menyampaikan visi-misi ketika masih sebagai caketum di Palembang, Sabtu (21/5).

Tak bisa dipungkiri, berbagai permasalahan terjadi terutama terkait permasalahan hukum baik dari tingkat Pengurus Daerah (Pengda), Pengurus Wilayah (Pengwil), sampai PP. Belum lagi, lanjut Lita, permasalahan terkait profesionalitas anggota seperti kesenjangan kualitas notaris antara daerah satu dengan daearah lainnya menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi alumnus Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada itu.

Guna lebih mengkonkretkan upaya melindungi anggota, Lita juga berencana membentuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di bawah struktur INI. Rencananya, LBH tersebut akan diisi oleh ahli-ahli hukum dalam rangka perlindungan kepada anggota yang mengalami permasalahan. Selain ahli hukum, calon-calon notaris yang telah mempunyai izin sebagai advokat namun belum diangkat sebagai notaris rencananya juga akan mengisi LBH tersebut.

Kaitannya dengan peningkatan profesionalitas, akan disusun program-program pelatihan untuk peningkatan keilmuan salah satunya dengan bersinergi dengan lembaga pendidikan tinggi dan profesi. Lalu, untuk lebih ‘membumikan’ INI, Lita juga akan membuat program di salah satu televisi yang mengangkat isu seputar kenotariatan. Sementara, terkait dengan organisasi, Lita mengatakan bahwa notaris dan PPAT mutlak dilakukan sinergi.

Sebagai informasi, dalam pemilihan pada Sabtu (21/5) kemarin, tercatat total peserta kongres yang punya hak memberikan suara dan lolos syarat absensi dalam sidang-sidang pleno 50+1 sebanyak 2.340 dari total 2.480 peserta. Namun, berdasarkan penghitungan dari Tim Pemilihan, tercatat ada 2.148 peserta yang mempergunakan hak pilihnya yang dilakukan sejak pukul 14:00 WIB hingga ditutup sekira pukul 16:00 WIB.

Kemudian sekira pukul 18:00 WIB, Tim Pemilihan menggelar penghitungan bersama yang disaksikan oleh para caketum, tim sukses, dan peserta kongres. Dari penghitungan itu, diketahui kertas suara yang terpakai dalam pemilihan menurut Tim Pemilihan sebanyak 2.198 kertas. Oleh karena ada selisih suara dari peserta yang mempergunakan hak pilih dengan kertas suara yang masuk dalam kotak memicu protes dari masing-masing caketum melalui tim suksesnya.

Hasil perhitungan suara caketum akhir menghasilkan Yualita menempati urutan terbanyak dengan perolehan 765 suara. Lalu disusul dengan Abdul Syukur Hasan dengan perolehan 613 suara. Kemudian di posisi ketiga dan keempat ditempati oleh Firdhonal dan Herdimansyah Chaidirsyah dengan perolehan masing-masing 511 suara dan 301 suara. Proses penghitungan memakan waktu yang lama hingga pukul 03:45 WIB pada Minggu (22/5).

Komentar Anda